ILMU SANTET

Apa yang terjadi jika suatu saat ada dua orang yang sama-sama memiliki ilmu santet terlibat perselisihan hingga keduanya harus menggunakan ilmunya??
                Dalam dunia santet,ada tiga faktor yang menentukan kualitas keilmuan seseorang.yaitu faktor umur sisilah genetik atau trah(keturunan),dan laku tirakat.

  umur sisilah:
Pengikut aliran santet memiliki silsilah keilmuan sebagaimana tradisi pada aliran tarekat dalam tradisi islam.tentang silsilah keilmuan,ini dianggap penting karena keyakinan bahwa kualitas keilmuan dipengaruhi faktor umur.misalnya,seseorang yang belajar ilmu santet  kepada guru generasi kedua,santetnya diyakini lebih kuat dibandingkan dengan mereka yang belajar kepada guru dari generasi keempat atau ke enam.
       Pengikut aliran santet meyakini bahwa kekuatan batin orang yang hidup pada zaman dahulu lebih kuat dibandingkan orang sesudah atau sekarang.

Genetik atau keturunan:
       Pengikut aliran santet meyakini bahwa kualitas keilmuan juga dipengaruhi oleh faktor genetik.mereka yang memiliki trah darah biru dari seorang tokoh sakti yang disegani dikalangan pengikut aliran santet.
    Proses estafet dari satu generasi ke generasi berikutnya dilakukan dengan cara tradisi unik.jika pewarisnya itu antara anak dan orang tua kandungnya,orang tua terlebih dahulu menanyakan kepada sang anak apakah bersedia menerima tongkat estafet dan sepeninggal ayahnya bersedia melakukan santet atau tidak.
               Jika sang anak bersedia,dilakukan serah terima media santet.biasanya berbentuk pusaka lalu dilakukan inisiasi atau pembukaan,atau menerima energi yang kelak menjadi modal utama untuk melakukan santet.selanjutnya sang anak disuruh membuktikan ilmu santet yang didapatkan dari ayahnya dengan cara menyantet ayahnya sendiri sekaligus gurunya itu.
     Jika santet itu berhasil membuat ayahnya sakit,anak itu diyatakan lulus dan diakui sebagai generasi penerus.pengukuhan datangya generasi baru dilakukan dengan memilih tempat yang diyakini sakral.biasanya dilakukan dipertemuan dua sungai(tempuran)pengukuhan ini disaksikan para senior dari pengikut aliran santet yang bersangkutan.

Laku batin atau tirakat:
      Kualitas ilmu santet ditentukan faktor berat ringanya sebuah laku batin atau tirakat.'artinya'mereka yang paling berat dalam melakukan'penyiksaan; diri saat terakat,,kualitas ilmunya juga semakin kuat.maka,orang yang menjalankan tirakat ilmu santet,misalnya,puasa tiga tahun,dia mampu mengalahkan orang yang puasanya dalam hitungan bulan.
        Selain kriteria tersebut,santet juga perlu di tunjang pembentukan nyali agar pelakunya memiliki"mental badak"Misalnya,pengikut aliran santet pada tahap ringan cukup menjalani laku kungkum atau berendam disungai pada malam hari sambil membaca mantra-mantra tertentu.pada tahap yang lebih tinggi,meningkat dengan laku membongkar kuburan pada sebuah makam yang belum genap 40 hari.cara membongkar liang kubur itu tanpa alat bantu seperti cangkul tetapi langsung menggunakan tangan.
            Setelah kuburan berhasil di bongkar,dia harus tidur diatas papan penutup liang lahat sambil membaca mantra-mantra untuk kepentingan santetnya.