Selamat Datang Di situs www.Ajianpelet.com Situs yang Mengulas lengkap Ilmu-Ilmu Gaib.

MUSTIKA WESI KUNING

Mustika Wesi Kuning tidak sama dengan istilah besi kuning (kuningan).
Bentuk Mustika Wesi Kuning seperti kepompong ulat yang di dalamnya ada
sebentuk jarum. Bentuk kepompongnya keras dan berat seperti besi,
berselimut seperti serat-serat kayu berwarna coklat atau coklat
keemasan.

Secara rata-rata Mustika Wesi Kuning memiliki kekuatan gaib 100 kali
lipat kekuatan gaib kuntilanak atau 50 kali gondoruwo.

Dalam kondisi aslinya di alam gaib, mustika wesi kuning ada yang hanya
1 (sendiri), ada yang sepasang. Bila aslinya sepasang, sebaiknya
jangan dipisahkan, jangan dibagi menjadi 2. Keberadaannya di alam gaib
seringkali ada bersama dengan mustika merah delima.

Umumnya khodam dari berbagai mustika wesi kuning adalah dari jenis
yang sama, dan wujudnya juga sama, yaitu seperti manusia laki-laki
bertubuh besar kekar berotot, bertelanjang dada, berkepala botak, dan
berwatak keras, menonjolkan kekuatan dan kegagahan.

Sesuai kelas kualitasnya masing-masing mustika wesi kuning dapat berguna untuk :
- Kelas 1, terbaik, untuk kekebalan badan, kekuatan pukulan (dan tahan
pukul), kewibawaan dan
membantu usaha dagang.
- Kelas 2, untuk kekuatan pukulan (dan tahan pukul), kewibawaan dan
membantu usaha dagang.
- Kelas 3, untuk kewibawaan dan membantu usaha dagang.

Untuk menentukan mana yang kualitas kelas satu, yang bisa untuk
kekebalan, dan membedakannya dengan yang kelas 2 atau 3 sulit dilihat
ciri-cirinya secara fisik. Harus dites langsung. Tetapi secara
kebatinan, dengan melihat tingkat kekerasan watak khodamnya
masing-masing dan kepadatan energinya bisa diperkirakan apakah mustika
itu bisa untuk kekebalan ataukah tidak.

Mustika jenis wesi kuning yang kualitasnya kelas satu, selalu siap
sedia kapan saja untuk dites anti cukur dan kekebalan. Tapi
kelemahannya, khodamnya berwatak keras, dan menonjolkan kekuatan dan
kegagahan, sehingga bisa bermasalah jika tempat penyimpanannya
disatukan dengan benda-benda lain yang berkhodam, bisa luntur
kegaibannya jika benda lain itu lebih tinggi kekuatannya.

Sebuah mustika wesi kuning berisi khodam yang sifat wataknya
menonjolkan kekuatan dan kegagahan dan pancaran energinya stabil,
sehingga yang bisa berfungsi untuk kekebalan, fungsi kekebalannya itu
bisa dites oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tetapi karena
watak khodamnya menonjolkan kegagahan, maka suatu saat mustika itu
dapat mengalami masalah, yaitu khodamnya hilang atau bendanya menjadi
tidak berfungsi atau menjadi luntur kegaibannya jika penempatannya
disatukan dengan benda gaib lain (misalnya penyimpanannya disatukan
dengan batu-batu akik berkhodam) atau ketika benda itu berada di
tempat-tempat yang penguasa gaibnya lebih sakti dari khodam wesi
kuning itu.

Mustika wesi kuning dan benda-benda gaib lain yang khodamnya
menonjolkan kekuatan dan kegagahan, ibaratnya seperti binatang yang
tidak mau campur dengan binatang lain, yang akan mengusir binatang
lain dari dekatnya. Khodam yang lebih lemah akan menyingkir menjauh.
Tapi akan bermasalah kalau mustika itu berdekatan dengan benda lain
yang kekuatan gaibnya lebih tinggi. Kemungkinannya khodamnya akan
"mengkeret" ketakutan kalau diserang balik, dan akan luntur
kegaibannya. Jadi sebaiknya tempat penyimpanannya disendirikan. Kalau
dibawa bepergian juga tempatnya disendirikan, misalnya ditempatkan di
kantong kanan, sedangkan benda-benda lain di kantong kiri.

Mustika wesi kuning cukup baik untuk kekebalan, untuk membantu
keselamatan sehari-hari, sayangnya kekuatan gaib khodamnya tidak cukup
tinggi, sehingga mudah sekali kegaibannya luntur. Kalau tempat
penyimpanannya disatukan dengan benda-benda gaib lain, misalnya saja
cincin batu akik berkhodam, bisa jadi mustika wesi kuning yang bisa
untuk kekebalan akan luntur kekebalannya. Sudah ada beberapa pemilik
mustika wesi kuning yang mengalaminya. Jadi penyimpanannya harus
dipisah. Untuk ilustrasi pemahaman silakan dibaca tulisan berjudul
Kesaktian Mahluk Halus.

Banyak mustika, apapun jenisnya, bila dicari dengan sengaja biasanya
tidak akan ditemukan. Tetapi kadangkala ada orang yang beruntung,
karena menemukannya dengan tidak sengaja.
Ada orang yang beruntung tanpa sengaja menemukan sebuah mustika wesi
kuning menggantung di pohon jati, menggantung di pohon pisang, ada
juga yang di pohon seri. Semula mereka mengiranya sebagai kepompong
biasa. Tetapi setelah dipegang, kepompong itu keras, tidak lembek.
Kemudian kepompong itu diambil dan dibawanya pulang. Beberapa kejadian
ajaib pun dialaminya setelah mendapatkan kepompong itu.
Mustika wesi kuning yang ditemukan dengan posisi menggantung di atas,
kira-kira 2 meter di atas tanah, biasanya bisa untuk jimat kekebalan,
kegaibannya lebih baik daripada yang ditemukan di tanah atau yang
posisinya di bawah, yang biasanya tidak bisa untuk jimat kekebalan.

Paling Sering di Baca 7 Hari Terahir