Selamat Datang Di situs www.Ajianpelet.com Situs yang Mengulas lengkap Ilmu-Ilmu Gaib.

CARA TRAWANAGAN ALAM GAIB DENGAN BATIN

Ilustrasi gambar.
Melihat gaib secara batin berbeda dengan melihat gaib dengan cakra mata ketiga. Melihat gaib secara batin adalah melihat gaib dengan mengandalkan ketajaman / kepekaan rasa dan batin (ketajaman indera keenam), ditambah kekuatan kebatinan dan spiritualitas orangnya. Dengan cara ini yang melihat gaib bukanlah mata dan kesadaran kita, tetapi adalah kepekaan batin kita yang mampu mendeteksi sesuatu yang gaib atau menginderai suasana gaib di sekitar kita. Sedulur papat tidak bergerak keluar tubuh (kecuali disengaja supaya keluar dari tubuh), biasanya cakra mata ketiganya juga belum terbuka. Melihat gaib secara batin, pada tingkat dasar kalau tidak kuat lama berfokus pada kepekaan batin, seringkali gambaran gaib yang tertangkap hanyalah sekelebatan-sekelebatan bayangan saja, dan untuk mendapatkan informasi gambaran yang lengkap akan banyak mengandalkan bisikan wangsit atau ilham dari roh sedulur papatnya.

 Kemampuan menginderai atau melihat secara batin ini biasanya terjadi pada orang-orang yang peka / tajam batinnya, atau pada orang-orang yang menekuni penghayatan kebatinan atau ilmu-ilmu batin. Orang-orang yang menekuni laku kebatinan tertentu biasanya memiliki batin yang peka, kuat dan tajam, dan memiliki kedekatan dengan roh sedulur papatnya, sehingga orang-orang tersebut mengerti kegaiban, tanggap rasa dan firasat dan peka sasmita. Kepekaan dan ketajaman batin (indera keenam) mereka bersifat umum dalam segala bidang kehidupan, tidak semata-mata ditujukan untuk bisa melihat gaib. Kepekaan dan ketajaman batin mereka bisa digunakan untuk peka rasa terhadap suasana gaib di sekitar mereka berada dan untuk berkomunikasi batin (kontak rasa dan batin) dengan para mahluk gaib yang ada.

Komunikasi dan interaksi dengan roh-roh lain (juga dengan roh sedulur papatnya) dilakukan secara kontak batin atau kontak rasa, bukan melalui jalur komunikasi cakra mata ketiga. Untuk keperluan itu orangnya tidak harus melakukannya dengan konsentrasi khusus melihat gaib. Kepekaan dan ketajaman batin mereka biasanya bukan hanya peka untuk mendeteksi keberadaan sesosok mahluk gaib, tetapi juga peka untuk merasakan tanda-tanda alam beserta kegaiban di dalamnya, peka rasa untuk menilai kepribadian orang lain, peka rasa tentang suatu kejadian yang akan terjadi (weruh sak durunge winarah) dan sering mendapatkan firasat / ilham / wangsit tentang suatu kejadian tertentu yang akan terjadi. Kepekaan dan ketajaman batin mereka itu juga dapat untuk mengetahui kegaiban tingkat tinggi, tergantung pencapaian masing-masing orang.

Bukan sekedar untuk melihat gaib, kepekaan rasa yang disatukan dengan kekuatan kebatinan juga menjadi kekuatan mereka untuk mengusir roh-roh halus atau untuk menjadikan suatu kejadian gaib. Secara keseluruhan kemampuan mereka melihat gaib itu tergantung pada kepekaan rasa dan batin mereka untuk menangkap getaran-getaran kegaiban dan menangkap sinyal gaib dari roh sedulur papatnya, tingkat kesatuan sukmanya dan kekuatan sukmanya. Melihat gaib secara batin tidak mengharuskan adanya komunikasi antar roh melalui cakra energi mata ketiga. Di situlah kelebihannya, yaitu tidak bergantung pada adanya komunikasi antar roh melalui cakra energi mata ketiga, dan tidak harus dilakukan dengan konsentrasi khusus. Melihat gaib secara batin kuncinya adalah pada proses awalnya, yaitu kemampuan peka / kontak rasa untuk mendapatkan gambaran awal penglihatan batin dari roh sedulur papatnya.

Sesudah mendapatkan gambaran awalnya barulah kita (pancer) fokus batin untuk mempertegas lagi gambarannya. Untuk keperluan itu bisa dilakukan dengan mata terbuka maupun terpejam, yang penting bisa hening peka rasa untuk menangkap informasi gambaran awal dari roh sedulur papat, kemudian ditindaklanjuti dengan pancernya fokus batin kepada sosok gaibnya untuk menjadikannya gambaran penglihatan gaib yang utuh. Biasanya, dengan mengedepankan kepekaan batin ini seseorang juga akan mendapatkan informasi yang lain mengenai objeknya, misalnya apakah wataknya baik / jahat, apakah sifat keberadaannya membahayakan, apakah tujuan keberadaannya baik, apakah ada pesan-pesannya, dsb. Karena itu dalam melihat gaib secara batin interaksi batin dengan roh sedulur papat bersifat pokok.

Bila kepekaan batin kuat orang akan mudah untuk merasakan suasana gaib di lingkungannya berada, mudah untuk menerima sinyal dari roh sedulur papatnya yang dapat berupa rasa firasat, ide / ilham, tanda-tanda petunjuk, rasa / feeling / intuisi, dan penglihatan / gambaran-gambaran gaib. Bila tingkat kesatuan antara sedulur papat dengan kesadaran / pancer-nya lemah, gambaran gaib yang diterimanya hanya akan berupa sekelebatan-sekelebatan bayangan saja, tidak jelas, dan untuk mendapatkan informasi gambaran yang lengkap akan banyak mengandalkan bisikan wangsit / ilham. Tetapi bila tingkat kesatuan antara sedulur papat dengan kesadaran / pancer-nya kuat dan memiliki kemampuan yang baik untuk fokus dengan kepekaan batinnya (tidak dengan pikirannya), gambaran-gambaran gaib itu dapat diperjelas dan dapat diikuti gerakannya.

KANJENG RATU KIDUL

Benarkah sungguh-sungguh ada ataukah hanya dongeng saja?

Percayakah anda dengan cerita tentang Ibu Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi
Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan
berkata TIDAK. Tapi coba anda tanyakan kepada mereka yang hidup di
dalam lingkungan Keraton Yogyakarta. Mereka sangat yakin dengan
kebenaran cerita itu.
Ilustrasi Gambar.

Pertanyaan itu pantas timbul, karena Ibu Kanjeng Ratu Kidul termasuk
mahluk halus. Hidupnya di alam halus (gaib) dan sukar untuk dibuktikan
dengan nyata. Pada umumnya orang mengenalnya hanya dari tutur kata dan
cerita dari mulut ke mulut saja.

Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda tentang Ibu Kanjeng
Ratu Kidul ini dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa
mistik pantai selatan ini sudah melegenda di kalangan rakyat suku Jawa
dan Sunda, terutama yang tinggal di daerah selatan pulau Jawa. Di
dalam legenda itu juga ada kepercayaan bahwa penguasa pantai selatan
itu, Ibu Kanjeng Ratu Kidul, merupakan "istri spiritual" bagi
raja-raja Mataram sejak dulu sampai sekarang.

Di sepanjang pantai selatan Jawa, dari ujung timur sampai Ujung Kulon,
ada tempat-tempat yang khusus dibuat untuk menjadi tempat petilasan
Ibu Kanjeng Ratu Kidul atau tempat untuk persembahan / pemujaan
kepadanya. Anda juga pasti pernah mendengar, bahwa ada sebuah kamar
khusus (nomor 308) di lantai atas Samudera Beach Hotel, Pelabuhan
Ratu, yang disajikan khusus untuk Ibu Kanjeng Ratu Kidul. Siapapun
yang ingin bertemu dengan sang Ratu bisa masuk ke ruangan itu, tapi
harus melalui seorang perantara (kuncen) yang menyajikan persembahan
untuk sang Ratu.

Kuatnya kepercayaan masyarakat tentang Ibu Kanjeng Ratu Kidul
sampai-sampai memunculkan kepercayaan bahwa jika ada orang hilang di
pantai selatan Jawa, pasti karena "diambil" oleh sang Ratu.


Menurut sejarahnya, Ibu Kanjeng Ratu Kidul dulunya adalah seorang
putri bangsawan bupati yang pernah hidup jauh sebelum jaman Ken Arok
dan Singasari, yang mengalami penindasan dan kezaliman dalam hidupnya.
Dengan tujuan memperoleh kesaktian untuk menuntut balas, beliau
bersama adiknya melakukan laku prihatin dan tapa brata. Setelah segala
kesaktian diperoleh dan berhasil menuntut balas, beliau bersama dengan
adiknya itu, dengan kekuatan ilmunya mereka moksa, masuk ke alam gaib
bersama dengan raga mereka.

Di alam gaib, bersama dengan para pengikutnya, mereka membangun
kerajaan gaib. Ibu Kanjeng Ratu Kidul berkuasa terutama di sepanjang
pantai selatan pulau jawa, dari ujung timur sampai ujung kulon. Posisi
berada kerajaannya + 10 km sebelah selatan pantai Parang Tritis,
Yogyakarta. Di istananya di laut selatan juga berdiam sukma ibu
kandungnya yang sering disebut sebagai Kanjeng Mbok.

Ibu Ratu Dewi Lanjar, adik Ibu Kanjeng Ratu Kidul, berkuasa terutama
di pantai utara Pekalongan - Tegal. Posisi kerajaannya + 10 km
sebelah utara pantai Pekalongan, Jawa Tengah.

Mereka mendedikasikan kekuasaannya untuk membantu manusia yang
kesusahan dan tertindas. Kepada yang memintanya, selain memberi
pertolongan berupa kesaktian dan bala tentara untuk mengusir roh halus
yang mengganggu manusia, mereka juga membantu dalam bidang ekonomi
berupa dana gaib dan membantu memperlancar rejeki dan usaha, tetapi
bukan pesugihan. Mereka tidak melayani pesugihan. Mereka akan membantu
manusia yang meminta pertolongan tanpa menuntut imbalan. Tetapi bila
orang yang meminta tolong itu menyatakan suatu janji tertentu, maka
akan dituntutnya pelaksanaan janji itu.

Di sepanjang laut selatan pulau Jawa ada banyak berdiam jin laut yang
kesaktiannya jauh melebihi Ibu Ratu Kidul, tetapi mereka hidup
sendiri-sendiri dan tidak menjadi penguasa wilayah. Ibu Kanjeng Ratu
Kidul menjalin pertemanan dengan mereka sebatas supaya tidak terjadi
bentrokan yang dapat merugikan dirinya sendiri. Jadi sekalipun Ibu
Kanjeng Ratu Kidul menjadi ratu dan penguasa laut selatan jawa, tetapi
beliau sama sekali tidak berkuasa atas para jin laut yang kesaktiannya
melebihi dirinya.

Dahulu ada semacam perjanjian bahwa manusia perempuan yang memakai
baju berwarna merah atau hijau gadung berarti menganggap Ibu Ratu
Kidul sebagai keluarga atau orang tua leluhurnya, sehingga orang yang
memakai baju merah atau hijau gadung di wilayah kekuasaan Kerajaan Ibu
Ratu Kidul, terutama di pantai selatan pulau Jawa, akan diajak olehnya
atau oleh prajurit / dayang-dayangnya untuk bergabung di Kerajaan Ibu
Ratu Kidul, karena dianggap keluarganya (pakaian merah dan hijau
gadung adalah warna resmi pakaian di dalam Kerajaan Ibu Ratu Kidul).

Ibu Kanjeng Ratu Kidul mempunyai anak perempuan bernama Nyi Rara Kidul
yang juga cantik seperti ibunya. Walaupun agak bandel dan suka
mencobai orang yang sok sakti, tetapi baik hati, tidak jahat.

Ibu Kanjeng Ratu Kidul juga mempunyai anak laki-laki bernama Raden
Rangga, hasil perkawinannya dengan Jaka Tingkir (Sultan Adiwijaya).
Raden Rangga ini mempunyai kesaktian yang lebih tinggi daripada
ibunya, tetapi masih jauh jika dibandingkan dengan kesaktian ayahnya.
Walaupun juga seperti kakaknya, bandel dan suka mencobai orang yang
sok sakti, tetapi baik hati, tidak jahat dan patuh kepada orang
tuanya. Raden Rangga lebih sering berada di darat, di situs-situs
Majapahit dan di Candi Dieng.

Ketika sedang bepergian, Ibu Kanjeng Ratu Kidul sering menggunakan
kendaraan kebesarannya berupa kereta kencana yang ditarik oleh 12 ekor
kuda. Anaknya Nyi Rara Kidul lebih sering menunjukkan kebesarannya
dengan berdiri menunggangi gulungan ombak laut yang besar. Sedangkan
Raden Rangga memiliki tunggangan gajah sama seperti ayahnya.

Tidak seperti yang banyak menjadi cerita di masyarakat, mitos dan
legenda, bahwa Ibu Kanjeng Ratu Kidul mempunyai hubungan dekat dengan
raja-raja keraton Yogya, atau bahkan dikatakan bersuamikan raja-raja
Yogya. Yang sebenarnya terjadi adalah Ibu Kanjeng Ratu Kidul sama
sekali belum pernah bertemu langsung dengan raja-raja Yogya, termasuk
Panembahan Senopati. Tetapi beliau menghormati keraton Yogya, karena
ada upaya dari pihak keraton yang melakukan penghormatan kepadanya
melalui para abdi dalem dan para spiritualisnya.

Sebenarnya ada segitiga kekuasaan gaib yang melingkupi Yogyakarta dan
sekitarnya, yaitu kerajaan Ibu Kanjeng Ratu Kidul di selatan, dan di
utara Yogya adalah Eyang Sapujagat sebagai penguasa gunung Merapi dan
Eyang Krama di gunung Merbabu. Tetapi selama ini hanya gunung Merapi
saja yang diakui, sedangkan gunung Merbabu tidak diakui, sehingga
kehidupan spiritual dan supranatural yang terkait dengan keraton
Yogyakarta seringkali menjadi pincang dan terganggu. Padahal segitiga
kekuasaan gaib itulah yang selama ini mengangkat pamor keraton Yogya
dari dulu sampai sekarang, sehingga walaupun raja-rajanya lemah
karisma wibawanya, tetapi tetap dihormati oleh rakyatnya, dan sampai
sekarang keraton Yogya juga dihormati oleh pemerintah Indonesia.

Para penguasa segitiga kekuasaan gaib itu saling mengenal dan menjalin
pertemanan satu dengan lainnya, tetapi Eyang Krama dari gunung Merbabu
sekarang sudah tidak lagi berada di tempatnya semula, sudah pindah
menetap di tempat lain.

Ibu Kanjeng Ratu Kidul juga mempunyai hubungan dekat dengan para dewa.
Hubungannya adalah dalam hal wahyu-wahyu dewa. Beliau banyak menerima
permintaan dari orang-orang tertentu yang ingin terpenuhi keinginannya
menjadi bagian dalam kepemimpinan pemerintahan. Ibu Kanjeng Ratu Kidul
memintakan wahyu kepemimpinan untuk mereka kepada para dewa, supaya
dengan wahyu tersebut keinginan mereka terlaksana.

Ibu Kanjeng Ratu Kidul juga sudah mengetahui tentang sosok Satria
Piningit yang akan menjadi Ratu Adil di Tanah Jawa, tetapi beliau
tidak berani mengungkapkannya. Beliau 'miris' dengan kegaiban orang
tersebut. Beliau sangat berhati-hati dan menjaga jarak, jangan sampai
membuat kesalahan, karena jika itu terjadi, bahkan suaminya atau para
dewa sekalipun, tidak akan mampu menolongnya dari hukuman. Sekalipun
Ibu Kanjeng Ratu Kidul bukan bawahannya, tetapi beliau ada di bawah
kekuasaan orang itu.


Dalam cerita mistis di masyarakat sering ada kesimpang-siuran cerita
yang menyamakan Ibu Ratu Kidul dengan Nyi Blorong. Nyi Blorong adalah
asli bangsa jin, yang wujudnya adalah manusia perempuan dengan bagian
pinggang ke bawah seperti ular. Asalnya dari sebuah gunung di Jawa
Barat. Nyi Blorong dulu pernah bertarung dengan Ibu Ratu Kidul untuk
memperebutkan kekuasaan di pantai selatan jawa dan wilayah jawa tengah
dan jawa timur. Tetapi dia kalah. Atas seizin Ibu Ratu Kidul, Nyi
Blorong bertempat tinggal dan berkekuasaan di Pantai Karang Bolong dan
sekitarnya (Kebumen-Cilacap, Jawa Tengah). Nyi Blorong ini berwatak
jahat. Untuk mencari pengikut, dia memberikan kesaktian dan jasa
pesugihan kepada manusia yang memintanya, yang kemudian setelah orang
tersebut meninggal atau tidak mampu memenuhi perjanjian, akan
dijadikan tumbalnya atau dijadikan budaknya.


Pada masa sekarang ada orang-orang yang mengatasnamakan Ibu Kanjeng
Ratu Kidul dalam keilmuannya, padahal mereka tidak mengenal dan tidak
pernah bertemu dengan Ibu Ratu Kidul. Ibu Ratu Kidul juga tidak
mengenal dan tidak pernah menemui mereka. Jadi dalam hal ini mereka
hanya menunggangi nama Ibu Ratu Kidul saja untuk kepentingan mereka.

Di sisi lain, ada juga spiritualis yang bertopeng memberikan jasa
kebatinan kerohanian untuk ketenangan hidup. Sebagiannya merekrut
anggota dan mengadakan ritual di pantai selatan seolah-olah mereka
mengenal Ibu Ratu Kidul. Padahal mereka tidak mengenal dan tidak
pernah bertemu dengan Ibu Ratu Kidul. Ibu Ratu Kidul juga tidak
mengenal dan tidak pernah menemui mereka. Jadi dalam hal ini mereka
hanya menunggangi nama Ibu Ratu Kidul untuk kepentingan mereka.
Lagipula kalau dalam laku ritual, doa-doa dan ilmu-ilmu yang mereka
ajarkan kepada para anggotanya diambilkan dari kitab suci agama,
berlatar-belakang-kan agama, untuk apa mereka meminta restu kepada Ibu
Ratu Kidul. Kenapa tidak meminta restu langsung dari Tuhan ?


Ibu Kanjeng Ratu Kidul sering dikatakan sebagai mahluk siluman.
Beliau, karena kekuatan ilmunya, kondisi sifat fisik energinya
berubah menjadi seperti sifat fisik energi bangsa jin, tidak lagi sama
dengan sifat fisik energi sukma manusia pada umumnya. Tetapi sosoknya
tidak berubah, tetap masih sesuai aslinya, cantik seperti putri
keraton. Jadi yang berubah hanya sifat energi dari sukmanya saja,
tidak lagi sama dengan sifat energi sukma manusia pada umumnya,
sedangkan sosoknya tidak berubah.

HARTA KARUN DI ALAM GAIB

Di alam gaib juga banyak terdapat emas dan berlian (harta karun gaib),
paling banyak didapati di Jawa Timur. Yang ada di Jawa Timur dan Jawa
Tengah, kebanyakan adalah peninggalan kerajaan dan bangsawan jaman
dulu. Emasnya tersimpan di dalam kotak kayu (peti) dan butiran-butiran
intan terbungkus dalam kantong kain. Emasnya berbentuk perhiasan
manusia jaman kerajaan dahulu, seperti gelang, kalung, dsb, dan ada
ilustrasi Gambar.
sebagian di lokasinya tersimpan juga pakaian kebesaran milik raja atau
bangsawan pemilik harta karun itu. Banyak juga yang bentuknya
boneka-boneka atau patung kecil (golek kencana). Bahkan ada beberapa
tempat di Jawa Timur yang di lokasi tersebut tersimpan segunungan emas
berbentuk bola-bola kecil seukuran kelereng dan bola golf. Emas dan
berlian dari Jawa Timur dan Jawa Tengah ini oleh gaib penjaganya
banyak yang dipindahkan sampai ke Jawa Barat dan Jakarta.

Di Jawa Barat dan Jakarta, di alam gaibnya juga banyak tersimpan emas
dan berlian. Selain yang pindahan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang
bentuknya perhiasan jaman kerajaan, kebanyakan adalah peninggalan
jaman penjajahan Belanda yang bentuk emasnya kotak dan batangan.
Biasanya dahulunya adalah milik penjajah Belanda yang belum sempat
dikirim ke negeri Belanda atau milik pejabat Belanda yang menyimpan
untuk dirinya sendiri (korupsi), yang niatnya semula akan dibawanya
pulang ke negeri Belanda, tetapi sampai akhir hayatnya orang itu tidak
sempat pulang ke Belanda (meninggal di Indonesia). Biasanya emas-emas
tersebut dulunya disimpannya di dalam tanah atau di bawah lantai dan
dirahasiakan. Beberapa waktu kemudian ketika emas-emas tersebut hilang
dari perhatian manusia (setelah orangnya meninggal), emas-emas
tersebut dikuasai oleh bangsa jin dan dimasukkan ke alam gaib.

Ada juga di alam gaib benda-benda peninggalan Jepang. Biasanya berupa
senjata pedang katana dan peti-peti yang isinya seperti emas batangan,
tetapi sebenarnya itu bukan emas, melainkan kuningan, bahan untuk
membuat peluru.

Banyak mahluk halus yang juga menyukai emas dan berlian seperti
manusia. Mereka menyimpannya untuk dirinya sendiri. Anda sendiri dapat
membuktikannya. Cobalah cincin emas anda (yang kualitas emasnya
bagus), diikat dengan benang yang cukup panjang. Kemudian cincin itu
dipendam di dalam tanah sedalam 50 cm atau lebih dalam lagi. Lokasinya
anda rahasiakan. Hanya anda saja yang tahu. Benang yang mengikat
cincin itu tidak semuanya ikut dipendam, sebagian menjulur di atas
tanah, dan diikatkan ke batang pohon, dsb, sebagai tanda penunjuk
lokasi cincin itu dipendam. Dalam tempo 3 hari atau lebih jangan
diperiksa atau ditengok lokasi pendamannya. Bila kualitas emas anda
bagus dan disukai oleh mahluk halus, selewat 3 hari cincin emas anda
akan hilang. Yang tersisa hanya benang yang digunakan mengikat cincin
tersebut.

PUSAKA ALAM GAIB

Bukan hanya benda-benda mustika, banyak juga pusaka-pusaka dalam
bentuk keris dan tombak yang berada di alam gaib, terutama di Jawa
Timur, Jawa Tengah dan di kota Jakarta dan sekitarnya. Keberadaan
pusaka gaib di suatu tempat biasanya akan menjadikan tempat tersebut
Ilustrasi Gambar.
bersuasana wingit atau angker, sesuai perwatakan masing-masing pusaka.
Bila pusaka tersebut memiliki pembawaan 'panas' dan berwibawa, maka
biasanya tempatnya berada akan berkesan angker. Sebaliknya, bila
pusaka tersebut berkarakter halus dan teduh, maka biasanya tempatnya
berada akan berkesan wingit. Masing-masing pusaka gaib itu juga dijaga
oleh sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang menjadikan pusaka
tersebut sebagai jimat / pusakanya.

Ditinjau dari kualitas fisik dan kegaibannya biasanya pusaka-pusaka di
alam gaib di wilayah Jawa Timur secara umum lebih baik dibandingkan
yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Jakarta atau Jawa Barat.

Pusaka-pusaka di alam gaib Jawa Timur banyak yang memiliki
hiasan-hiasan mewah, banyak yang bertatahkan emas dan intan, berwibawa
dan berkesaktian tinggi. Biasanya adalah peninggalan jaman kerajaan
Kediri, Singasari atau Majapahit atau milik para bangsawan Kediri,
Singasari dan Majapahit jaman dulu. Sedangkan yang berada di Jawa
Tengah biasanya bentuknya lebih sederhana. Tidak banyak yang memiliki
hiasan mewah. Kualitas kegaibannya juga tidak sebaik yang di Jawa
Timur, apalagi yang dibuat pada jaman Demak dan Mataram Islam.
Sebagian pusaka di Jawa Tengah yang berhiasan mewah dan berkesaktian
tinggi, kebanyakan asalnya adalah pusaka dari Jawa Timur yang
dipindahkan ke Jawa Tengah pada jaman kerajaan Demak dan Pajang atau
dipindahkan oleh gaib-gaib penjaganya dari Jawa Timur ke Jawa Tengah.

Pusaka-pusaka di alam gaib kota Jakarta dan Jawa Barat banyak yang
menampilkan kesan berwibawa dan angker. Biasanya adalah peninggalan
orang-orang jaman kerajaan Cirebon dulu. Sedangkan yang memiliki
hiasan-hiasan mewah, bertatahkan emas dan intan, dan berkesaktian
tinggi, kebanyakan asalnya adalah pusaka dari Jawa Timur yang
dipindahkan sampai ke Jakarta dan sekitarnya oleh gaib-gaib
penjaganya.

Di alam gaib Jawa Barat, kota Jakarta dan sekitarnya juga banyak
ditemukan jenis-jenis senjata / pusaka berbentuk kujang, pedang
panjang dan golok, tetapi jumlahnya tidak banyak.
Yang berbentuk kujang ada 3 jenisnya, yaitu yang logamnya putih
seperti baja, kuning seperti kuningan dan yang hitam yang dalam
pembuatannya logamnya ditempa seperti pembuatan keris. Yang paling
banyak ditemukan di alam gaib adalah kujang yang berwarna hitam,
sebagiannya berpasangan dengan yang berwarna putih atau kuning.
Pedang panjang yang dari alam gaib ada 2 jenisnya, yang logamnya
keras, kebanyakan bekas milik tentara Jepang dulu, dan yang logamnya
lentur hingga bisa dilingkarkan di pinggang, biasanya buatan negeri
Cina.
Golok-golok di alam gaib sebagian beraksara Arab (seperti golok Ciomas).
Masing-masing pusaka gaib itu juga dijaga oleh sesosok mahluk halus,
biasanya bangsa jin, yang menjadikan benda-benda tersebut sebagai
jimat / pusakanya.

Selain benda-benda berukuran besar, banyak juga benda-benda jimat
dalam bentuk keris-keris dan golok kecil (yang bisa dimasukkan ke
dalam dompet), batu cincin, jimat rajahan, dsb, di alam gaib.
Kebanyakan adalah jimat para pendekar dan jawara jaman dulu.
Masing-masing benda tersebut biasanya juga dijaga oleh sesosok mahluk
halus, biasanya bangsa jin, yang menjadikan benda tersebut sebagai
jimat / benda koleksinya.

Pusaka-pusaka tombak dan keris yang berasal dari alam gaib ada 2
macamnya, dikenali pada saat pertama penarikannya.

Yang pertama adalah yang asli dari alam gaib. Biasanya badan kerisnya
berwarna hitam atau warna lain sesuai aslinya dan tidak ada bagian
yang berwarna coklat karatan, apalagi keropos karatan. Biasanya
gagang, sarung kayu dan perlengkapan aksesories lainnya masih utuh dan
dalam kondisi baik tidak termakan cuaca dan usia.

Yang kedua adalah pusaka yang ditarik dari alam gaib, tetapi
sebenarnya tidak sungguh-sungguh berasal dari alam gaib. Biasanya
badan kerisnya berwarna coklat atau hitam kecoklatan seperti besi
karatan atau ada bagian yang berwarna coklat karena karatan. Jenis ini
biasanya adalah keris yang diselubungi oleh gaib, sehingga tidak
tampak mata manusia. Jadi secara fisiknya keris tersebut sebenarnya
masih berada di dunia manusia (dan bisa karatan), tetapi diselubungi
oleh gaib (halimunan), sehingga tidak kelihatan mata manusia. Biasanya
juga gagang kayu dan sarungnya sudah tidak ada, sudah rusak / hancur
termakan cuaca dan usia. Jenis ini biasanya tingkat kesaktian gaibnya
rendah. Mungkin dulunya adalah pusaka milik para petani atau prajurit
berpangkat rendah. Jenis ini biasanya cukup mudah ditarik dengan
tenaga dalam atau amalan gaib dan tidak perlu sesaji.

Mustika, pusaka dan benda-benda lain dari alam gaib yang berhasil
ditarik ke alam manusia, biasanya akan mengeluarkan bau harum seperti
bau harum bunga melati pada saat pertamanya di dunia manusia. Bila
disentuh dengan tangan, bau harum yang menempel di tangan tersebut
tidak akan mudah hilang dalam sehari dua hari, walaupun sudah mencuci
tangan. Ada juga yang memancarkan hawa panas jika dipegang dengan
tangan.

Benda-benda pusaka dan benda gaib lain yang berada di alam gaib,
sebagian adalah karena isi gaibnya sendiri yang membawa benda gaibnya
masuk ke alam gaib, atau karena pernah ada kejadian bencana alam
seperti gunung meletus atau tanah longsor yang menjadikan benda-benda
tersebut tertimbun tanah, yang kemudian akan dibawa masuk ke alam gaib
oleh sosok-sosok halus penjaganya sebagai benda pusakanya.

MUSTIKA BATU AKIK

Di alam gaib ada banyak sekali mustika yang bentuknya serupa dengan
batu permata dan batu akik seperti di alam nyata manusia, seperti batu
berlian, batu giok, biduri bulan, safir, jamrud, tapak jalak, kendit,
dsb. Batu-batu tersebut memberikan tuah seperti batu sejenisnya di
alam manusia, tetapi kekuatan tuahnya bisa puluhan atau ratusan kali
Ilustrasi Gambar.
lipat dibanding batu sejenisnya di alam manusia karena kegaiban mahluk
gaib di dalamnya. Perwatakan mahluk gaib di dalamnya dan tuah /
karisma yang berasal daripadanya sesuai dengan sifat dari
masing-masing batunya.

Ada beberapa jenis batu mustika dari alam gaib, selain batu mustika
merah delima, yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan
berubah warna.
Misalnya batu mustika safir biru yang bila dicelupkan ke dalam air,
maka airnya akan berubah warna menjadi biru. Kegunaannya untuk
pengasihan, membersihkan aura tubuh dan menyelaraskan aura tubuh
supaya menjadi positif, dan untuk pengobatan sakit ringan.
Ada juga batu-batu mustika yang bila dicelupkan ke dalam air, maka
airnya akan berubah menjadi 2 warna, 3 warna, atau 5 warna (panca
warna).
Ada batu berlian mustika yang bila terkena sinar / cahaya akan
memantulkan / memancarkan warni-warni cahaya yang indah dan mencolok
mata, lebih daripada batu berlian biasa, apalagi bila dicelupkan ke
dalam air, maka airnya akan memancarkan cahaya warna-warni yang indah
sekali dipandang mata. Kegunaannya untuk menaikkan kharisma dan
membersihkan pancaran aura tubuh dan wajah. Hasilnya akan luar biasa
sekali bila mustika berlian ini dijadikan susuk di wajah.
Ada juga emas mustika, biasanya berbentuk bola-bola kecil seperti bola
pingpong atau seperti telur burung / ayam, yang bila sempurna ditarik
ke alam manusia, mustika emas itu memancarkan cahaya berwarna kuning
yang indah dipandang mata, berbeda dengan emas-emas lain yang biasa
saja.

BATU-BATU MUSTIKA

Ilustrasi Gambar.
Batu fosil tercipta secara alami dari proses alam. Batu fosil adalah
fosil dari mahluk hidup atau bagian-bagian tubuhnya, yang telah
membatu. Contohnya adalah fosil kayu, fosil binatang, fosil
buah-buahan, dsb. Sebagian daripadanya merupakan batu bertuah dan
tergolong sebagai mustika.

Fosil kayu biasanya dijadikan batu cincin atau kalung atau dijadikan
suiseki bila bentuknya besar.

Fosil kayu kelor mempunyai kegaiban yang sama dengan daun kelor,
memancarkan suatu aura energi yang dalam jarak 2 meter akan dirasakan
panas oleh mahluk halus, terutama terhadap jenis-jenis mahluk halus
tingkat rendah (bangsa dedemit dan mahluk halus lain yang kesaktiannya
rendah). Jenis gaib dari sukma manusia tidak terpengaruh oleh fosil
kelor ini.

Kegaiban fosil kayu kelor bersifat alami. Batu fosil ini memancarkan
energi yang dalam jarak 2 meter akan menolak mahluk halus jenis
kuntilanak, gondoruwo atau dedemit lainnya dan bangsa jin kelas
rendah.

Batu fosil kayu kelor cukup baik digunakan sebagai penjagaan gaib di
rumah dan untuk melindungi anak-anak dari jenis gaib tingkat rendah
yang biasa mengganggu anak-anak, juga cocok untuk digunakan memijat /
urut, supaya jika si pasien sakit karena ketempelan atau kesambet
mahluk halus tingkat rendah, dengan batu fosil kayu kelor itu sosok
gaib tersebut akan terusir pergi.

Batu fosil kayu kelor biasanya tidak berisi sesosok gaib di dalamnya
(tidak berkhodam), tetapi jika ada batu fosil kayu kelor yang
berpenghuni sesosok mahluk halus di dalamnya, mahluk halus itu akan
menambah kuat kegaiban fosil kayu kelor itu.

Fosil binatang dapat berupa bagian-bagian tertentu dari tubuh binatang
atau dapat juga keseluruhan tubuh binatang yang telah membatu, seperti
fosil ikan atau mustika keong buntet dan kul buntet.

Fosil buah-buahan biasanya memberikan tuah yang sangat baik untuk
kerejekian penglaris dagangan.
Fosil buah-buahan ini berbentuk seperti buah aslinya, tetapi yang
tuahnya paling baik biasanya adalah yang bentuknya pecah-pecah seperti
buah yang sudah merekah karena terlalu matang dan sudah mulai
membusuk. Fosil buah-buahan yang bentuknya pecah-pecah seringkali
tidak tampak seperti buah-buahan, tetapi dari sisi kegaibannya bisa
diketahui sifatnya yang sama dengan fosil buah.
Fosil buah-buahan seperti jahe, biasanya berguna untuk pengobatan.

Yang membedakan batu fosil biasa dengan batu fosil yang merupakan
sebuah mustika adalah unsur kegaibannya. Bila batu fosil itu tidak
memiliki kegaiban tertentu, maka itu hanyalah batu fosil biasa, bukan
sebuah mustika. Dan sekalipun sebuah batu fosil memiliki suatu sosok
gaib yang berdiam di dalamnya, bila tidak memberikan tuah tertentu
seperti layaknya sebuah mustika, maka batu itu tidak tergolong sebagai
batu mustika, tetapi hanya batu fosil biasa yang di dalamnya ada
berpenghuni gaib.

Ada juga jenis-jenis batu lain yang tidak termasuk fosil, tetapi
memiliki kegaiban dan fisiknya terbentuk oleh alam, sehingga
digolongkan sebagai jenis mustika. Contohnya :
- Batu Tahi Ayam, bentuknya mirip seperti tahi ayam, bagian bawahnya
datar dan melingkat mengerucut
ke atas. Biasanya berwarna putih. Untuk pengobatan. Tetapi tidak
semuanya jenis batu ini bertuah,
karena ada yang jenis batunya masih sangat muda, sehingga tidak
dihuni sesosok gaib di dalamnya.
- Batu Kodok, bentuknya kecil mirip hewan kodok. Tuahnya untuk
pengobatan dan penawar racun.

Paling Sering di Baca 7 Hari Terahir